Artikel ini kutulis sebagai ungkapan rasa terima kasih yang mendalam terhadap segala yang telah diberikannya selama ini yang terasa maupun tak terasa, yang ingat maupun yang terlupakan.Aku sadar takkan pernah bisa membalas sedikitpun atas segala pengorbanan dan perjuangannya untuk kita sebagai anaknya, segalanya takkan pernah tergantikan, hanya Allah semata yang dapat membalasnya, semoga beliau senantiasa ada dalam perlindungan, kasih sayang Allah SWT dan mendapat surgaNya.
Betapa malu dan sesaknya hati ini disaat kita mengingat segala pengorbanan serta perjuangannya dalam menjaga, merawat dan memeliharan anaknya agar senantiasa menjadi insan yang berguna bagi lingkungan, agama dan nusa bangsanya.
Hanya sekedar mengingatkan saja, bagaimana perjuangan Ibu kita disaat melahirkan kita, antara hidup dan mati, tak pernah memikirkan dirinya yang terpenting adalah bagaimana agar anaknya yang terlahirkan dengan selamat dan sehat. Tak pernah menghiraukan kucuran keringat dan darah yang mengalir begitu banyak.
Dengan seiring berjalannya waktu kita tumbuh semakin besar dan dewasa, Ibu kitapun tetap memelihara dan mengurus kita dengan sepenuh hati, memberikan yang terbaik untuk anaknya, menyekolahkannya dengan mengutang kesana sini, beliau rela dihina, dicaci maki oleh orang lain asalkan anaknya dapat sekolah yang layak dan menjadi orang yang berhasil dimasa depan, namun apa balasan kita yang menjadi anaknya…sungguh malu rasanya…
Disaat kita ingin sesuatu kita minta sejadi-jadinya pada Ibu kita agar keinginannya dipenuhi, namun disaat Ibu kita memerlukan kita, kita malah tak memperhatikannya, malah mencari beribu alasan.
Betapa banyaknya kesalahan yang seringkali kita lakukan untuk beliau, namun beliau membalas dengan senyuman dan kasih sayang. Namun betapa sedikit kesalahan beliau tapi kita balas dengan cacian, makian, hinaan yang sangat menyakitkan hatinya, namun dengan hebatnya kita merasa tak bersalah.
Sungguh kasih sayang Ibu kepada anaknya begitu sangat besar, sampai nyawapun akan diberikannya asalkan anaknya bahagia. Tapi apa balasan anaknya terhadap Ibunya yang membela lahir batinnya.
Sudah sewajarnyalah kita sebagai anaknya membalas segala kebaikannya dengan berbagai cara dan gaya masing-masing sesuai dengan kemampuan lahir batinnya. Sesungguhnya Ibu kita tak menginginkan apa-apa dari anaknya, hanya ingin anaknya bahagia lahir batinnya, dan berguna untuk agama, bangsa dan negaranya.
Bagi yang masih memiliki Ibu, maka datanglah kepadanya dan minta ma’aflah serta bahagiakanlah dengan tingkah laku yang sopan bersahaja, berbudi mulia dan tak lupa senantiasa mendo’akannya. Bagi yang telah ditinggalkan Ibunya, maka do’akanlah agar mendapat yang layak disisiNya, diampuni segala kekhilafannya.
Amien……