Segala apapun yang terjadi dalam kehidupan kita disadari ataupun tanpa disadari adalah merupakan pilihan hidup kita.
Hidup adalah pilihan, dan dengan segala kasih sayang Sang Pencipta semuanya diserahkan kepada makhluknya yang paling mulia yaitu manusia, agar dikemudian hari tak ada lagi pembelaan kalau apa yang terjadi dalam kehidupan kita sekarang bahkan nanti ini semua karena adanya ketidakadilan dari Sang pemilik suksma.
Tak ada segala kejadian apapun yang menimpa dan menerpa serta hinggap pada diri kita pada masa lalu, sekarang dan masa depan adalah untuk kebaikan dan kebahagiaan kita dalam menuju tujuan hidup yang abadi yakni kembali kepada haribaanNya. Dalam proses perjalanan hidup ini sudah pasti masing-masing dari kita akan berbeda dalam bentuk kejadiannya serta cara menghadapinya, namun sama dalam hasil akhirnya, yaitu ingin menuju kepada kesejahteraan, kemuliaan dan kebahagiaan.
Apa yang dianggap atau dipandang mudah bagi seseorang belum tentu mudah bagi seseorang lainnya begitupun sebaliknya. Sang Pencipta telah menetapkan segala bentuk kejadian tiap makhlukNya berupa takdirnya, jodohnya, rezekinya, hidup dan matinya. Tugas kita hanyalah taat dan berbakti kepadaNya dengan segala kemampuan yang dimiliki dengan berusaha dan berdo’a semaksimal mungkin dan menyerahkan segala hasilnya kepadaNya.
Hal yang sering terdengar disekitar kita adalah bahwa Sang Pencipta itu tidaklah adil, mengapa semua terjadi pada diriku apa salahku dan masih banyak yang lainnya. Namun coba renungkan sejenak apa iya Sang Pencipta Yang Maha Segalanya akan bertindak tak adil kepada hambaNya. Bukankah Dia yang telah memberikan kehidupan kepada kita, udara yang dihirup, air yang diminum, matahari yang bersinar, bulan bintang yang indah, langit yang terbentang, bumi yang terhampar, laut yang luas, pikiran yang jernih, hati yang bersih, makanan berupa hewan dan tumbuhan, dan yang lainnya. Jadi tak ada alasan sedikitpun jika Sang Pencipta itu tak adil. Hal yang perlu diingat Sang Pencipta itu Mahapengasih dan Mahapenyayang, namun juga Maha Adil dan keadilannya tak dapat ditawar-tawar.
Apapun yang sudah menjadi bagian darinya harus diselesaikan oleh diri yang bersangkutan tanpa dapat diwakilkan dan dapat diberi sogokan apapun. Hanya satu jalan keluarnya yaitu berbakti kepadaNya untuk menyebarkan kasih sayang kepada sesama dan alam semesta sesuai kemampuan yang dimilikinya. Berbakti itu teramatlah luas dan bakti itu adalah sudah menjadi bagian dari tiap individu tak peduli dia itu golongan apa, suku apa, warna kulit apa, keturunan siapa, orang kaya apa miskin. Semuanya telah terdapat dalam hukum keadilanNya.
Ayo bangkitlah tak ada gunanya jika hanya meratapi segala hal yang telah menimpa kepada kita, tidak akan merubah apapun yang telah menimpa pada kita, waktu takkan pernah kembali kepada kita. Lebih baik kita hadapi sekarang ini dengan segala hal yang terbaik yang ada pada diri kita, dan jadikanlah masa lalu kita apapun itu sebagai pembelajaran diri dalam menjalani kehidupan kita.
Biarlah perasaan sedih, kesal, sesak, marah seperti apa adanya dan suburkanlah perasaan bahagia, nyaman, damai, dan tenang dalam diri kita dan biarkanlah alam semesta meresponnya atas perintah Sang Pencipta.
Apapun yang kita lakukan adalah pilihan kita, Sang Pencipta takkan merubah nasib seseorang selama seseorang tersebut tak merubahnya. Once more time it’s your choice.
Yeah, the life is choice. Allah tidak akan merubah nasib sesuatu kaum kalau kaum itu tidak merubahnya. Saya lupa ayatnya. Salam pilihan.
_____________________________________________________________
Salam pilihan juga Mas EWA…makasih udah berkunjung dan isi commentnya…semakin sukses dalam kehidupannya…
Bener, hidup ini pilihan. Rejeki, keberuntungan dan takdir gak bakal dateng sendiri kalo kita tidak memilih untuk mengejarnya
______________________________________________________________
Thanks Mas atas comment dan kunjungannya…Sukses selalu…