Dalam kehidupan pasti ada kematian, namun sudah seberapa siapkah kita menghadapinya.Kematian seolah makhluk sakral yang sangat ditakuti, padahal ia pasti akan menyapa, membelai dan menjemput kita, alangkah lebih baiknya kita mencoba untuk mengenal dan mungkin menjadi sahabat kita dalam menjalani sisa hidup kita.
Ingat kematian harus lebih bijaksana, karena sekiranya salah dalam meresponnya, maka akibatnya akan fatal, namun tak dapat dipungkiri oleh kita pasti kematian itu datang kepada kita dengan berbagai cara dan bentuk, hanya diri pribadi yang akan merasakannya tanpa dapat berkata-kata sedikitpun.
Jika kematian sudah pasti akan membelai kita, maka hal yang bijak adalah menyambutnya dengan persiapan dan bekal yang maksimal dalam menjamunya.
Dengan mengingat kematian bukan menjadikan kita menjadi tak semangat dalam menjalani sisa kehidupan ini, namun justru membuat semangat yang membara karena kita akan menuju tempat yang kekal abadi setelah menjalani kehidupan di dunia fana ini, karena hal yang dapat mengantarkan kita menuju keabadian pasti melewati pintu kematian. Makna kematian pun teramat beragam tergantung dari sudut pandang tiap orang.
Yakinlah bahwa kematian pasti akan menjemput kita, siapapun yang bernyawa pasti akan mengalami kematian dan takkan pernah dapat menolaknya dengan cara apapun dan bagaimanapun, tak peduli sedang senang atau susah, sedang kaya raya atau miskin papah, sedang sehat sentosa atau sakit, sedang di istana yang megah atau gubuk ilalang, ditempat yang terbuka atau tersembunyi, sedang berbuat baik atau jahat, masih kanak-kanak atau telah dewasa. Kematian tak pandang bulu pasti akan menjemput kita dan kita tak tahu pasti kapan giliran kita ditemui oleh kematian tersebut, bisa jadi hari ini, besok atau lusa. Maka berjalanlah diatas jalur yang telah ditentukan olehNya dengan segala kemampuan yang kita miliki.
Hidupkanlah kematian dalam hati kita agar senantiasa kita dapat memaknai betapa berharganya kehidupan ini, dengan mengingat kematian maka kita akan menjadi pribadi yang tahu akan tujuan hidup kita yaitu kembali kepada pangkuan Sang Pencipta Segalanya. Dengan mengingat kematian kita akan menjadi lebih bijaksana dalam menjalani sisa kehidupan ini. Dengan mengingat kematian kita akan berbuat segala sesuatunya dengan penuh perhitungan yang matang dan meninggalkan karya yang agung untuk bekal dan pelajaran generasi berikutnya.
Berbahagialah manusia yang senantiasa mengingat kematiannya, namun betul-betul menikmati kebahagiaan hidup walau sedang menghadapi segala bentuk dan ragam kehidupan yang tak mudah diprediksi sebelumnya yang menyebabkan kehinaan, kesengsaraan, dan bentuk lainnya di sisa kehidupannya dengan penuh keyakinan dan kepercayaan yang tinggi dalam menjalani kehidupan ini.
Hidupkanlah kematian dalam menelusuri sisa kehidupan ini dengan berprasangka yang baik terhadap segala hal yang telah dan akan terjadi kepada kita dengan bakti yang sesungguhnya kepada Sang Pencipta dengan terus menerus menyebarkan kasih sayang untuk kebahagiaan setiap makhlukNya. Yakinkanlah bahwa semuanya akan kembali untuk kita dan disana telah menanti kebahagiaan, kemuliaan dan kesejahteraan abadi, yaitu dihadirat Sang Pencipta.
Siapapun yg pernah merasakan berada diambang kematian, pasti akan lebih menghargai hidup
__________________________________________________________
Yups…setuju Mas…thanks commentnya…