Dalam kehidupan yang dinamis ini tentu saja kita pernah menghadapi segala suka duka dalam kehidupan.
Selama nafas masih dikandung badan dan akal masih normal serta perasaan tetap alamiah, maka selama itu pulalah kita pasti akan menghadapi suatu ujian dalam kehidupan ini. Ujian-ujian tersebut bisa datang secara serentak atau juga tak terduga sebelumnya.
Ujian dalam kehidupan tentu saja ada maksud dan tujuan yang perlu direnungkan oleh kita dalam melangkah menuju harapan yang kita dambakan selama ini. Ujian setiap individu adalah sama, namun berbeda kadar dan kafasitasnya.
Pernahkan kita merenungkan sejenak bahwa dalam waktu yang bersamaan tak terhitung jumlah ujian yang dihadapkan ke setiap manusia dalam kehidupan ini. Namun yang perlu kita ingat adalah bahwa setiap ujian yang datang kepada kita adalah telah sesuai dengan tingkat kedewasaan, cara berpikir dan rasa kita, hal yang perlu kita respon adalah dengan merespon segala bentuk kejadian ujian tersebut dengan belajar berpikir dan merasa secara positif .
Segala bentuk ujian yang menyapa kita adalah salah satu tanda kasih sayang Sang Maha Penyayang bagi kita agar kita senantiasa berada dalam jalurNya dalam menyebarkan kasih sayang ke setiap insan. Dengan kita mendapatkan ujian yang bertubi-tubi dan mungkin akan semakin berat, maka jeritan hati yang terdalamnya adalah ingin mendekat dan memohon pertolongan kepada siapa saja yang dapat membantu menyelesaikan segala permasalahannya dan sesungguhnya tempat mengadu dan memohon yang senantiasa siap sedia tanpa batas waktu adalah Sang Pencipta yang senantiasa tiap detiknya mengingatkan kita agar kita senantiasa berada dalam jalur alamiah kehidupan ini, yaitu berbakti kepadaNya dengan penuh rasa sabar dan syukur sehingga menghasilkan ketenangan dan kedamaian lahir batinnya.
Fakta membuktikan bahwa orang yang paling banyak mendapatkan ujian baik itu berupa kebahagiaan ataupun kesedihan telah menjadikannya orang-orang besar dalam kehidupannya dan kita masih dapat merasakan hasil karya ciptanya sampai saat ini.
Suatu hal yang luar biasa adalah bahwa dalam merespon tiap ujian yang sama bentuk kafasitas dan kadarnya tiap individu tidaklah sama, maka berdasarkan hal tersebut adalah manusia diciptakan untuk saling mengisi satu sama lain, untuk saling mengenal satu sama lain dan saling tolong menolong satu sama lainnya. Ada kalanya suatu permasalahan dapat cepat teratasi oleh individu yang satunya, namun terasa sulit bagi individu yang lainnya. Sebagai contoh adalah bahwa dalam satu kelas dengan matakuliah yang sama, maka dalam menghadapi ujiannya adalah dengan respon yang begitu berbeda dan hasilnya tak selamanya mendapatkan nilai yang bagus. Ada beberapa orang yang mendapatkan nilai A, B, C, D atau bahkan E. Namun semua itu dapat menjadi pembelajaran baginya dalam menghadapi ujian berikutnya. Dan satu hal yang pasti adalah bahwa orang tersebut masih berada dalam kelas tersebut, dan tinggal menunggu waktu apakah mau memperbaiki atau malah memperburuknya.
Jadi hadapilah segala bentuk ujian dalam kehidupan ini dengan belajar berbaik sangka dan berpikiran positif.
Yang ujian kehidupan agar tegar … kuat mencapai tujuan