Lepaskanlah sejenak segala atribut yang menyertai kita, lalu temukanlah makna di dalamnya sebagai salah satu jalan untuk meniti jalan yang penuh onak duri lagi berliku serta terjal sehingga sampai kepada tujuan hidup yang abadi.
Tak ada salahnya kita melepaskan sejenak segala atribut yang melekat pada diri kita baik berupa pangkat, jabatan, harta, segala prestasi dan kesuksesan yang lainnya sebagai bahan renungan kita dalam meniti jembatan yang terombang-ambing oleh masa dan rasa bahwa kita dulunya tak ada lalu diadakanNya, tak punya apa-apa sedikitpun dan kemudian diberikan fasilitas yang semuanya jaminan mutu.
Sebagai makhlukNya sudah semestinya kita berterima kasih atas segala nikmat, rahmat dan segala karunia yang telah diberikan kepada kita. Betapa banyak pemberian Sang Pencipta kepada tiap hambaNya bahkan kita tak sanggup untuk menghitungnya. Rasa terima kasih itu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-harinya dengan senantiasa taat kepada aturanNya dengan segala kemampuan yang dimilikinya beserta segala kekurangannya.
Lepaskanlah sejenak segala kepenatan, kegalauan, ketakutan, keresahan dan kembalikan semuanya kepada Sang Pemilik Segala Kenikmatan dan rasakan segala nikmat karuniaNya kepada kita dengan pikiran dan hati mengingatNya, dan hal yang terdekat untuk mengingatNya adalah dengan diri kita sendiri.
Betapa dalam diri kita begitu banyak keajaiban yang sering kita lupakan. Kita diberi mata yang dengannya kehidupan tampak indah, kita diberi pendengaran yang dengannya hidup lebih bergairah , kita diberi tangan yang dengannya kita dapat berkarya, kita diberi kaki yang dengannya kita dapat mendaki, diberi bibir untuk dapat mengungkap tabir, kita diberi akal pikiran yang dengannya kita bisa mengerti dan kita berikan hati yang dengannya kita mengenal jadi diri dan masih banyak yang lainnya. Maka nikmat Sang Pencipta yang manakah yang kita dustakan.