Dalam perasaan yang tak menentu, terkadang menemukan sesuatu yang tak terduga dan sungguh luar biasa, Maha Dahsyat Sang Pemilik alam semesta seisinya yang telah memberikan kita pikiran dan rasa dalam jasad yang satu namun terdapat tugas yang berbeda.
Perasaan tak menentu disebabkan oleh berbagai hal dalam kehidupan ini, bisa masalah pribadi, keluarga, teman, saudara atau siapa saja. Kesemuanya itu memiliki hikmah dan pelajaran yang teramat berharga dalam perjalanan kehidupan kita, sungguh Allah Maha Tahu atas segala tingkah laku kita, jadi pasrahkan saja semua kepadaNya dengan menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dan senantiasa memohon ampunan yang sebanyak-banyaknya atas segala perbuatan yang telah kita lakukan serta senantiasa memohon rahmat dan karuniaNya.
Seiring dengan berjalannya waktu dan takdir yang telah ditentukan, maka yakinkan diri bahwasannya Sang Pemilik Segala takkan pernah menganiaya, menipu dan ingkar terhadap segala janjiNya. Jadi mengapa kita terus menerus dilanda kegalauan dan kegelisahan, sudah saatnya kita kembali kepada kefitrahan kita yaitu kembali kepadaNya dengan jalan mensucikan kembali diri kita dari segala perdaya hawa nafsu dan keduniawian. Namun kita harus bijak dalam menanggapi segala bentuk kejadian dalam kehidupan ini, tak semata-mata Sang Maha Pencipta membuat dan mengadakan segala sesuatunya dengan sia-sia.
Adanya kebaikan dan kejahatan, kebenaran dan kepalsuan, kesenangan dan kesengsaraan, kekayaan dan kemiskinan, kemuliaan dan kehinaan, pujian dan cacian, dukungan dan fitnahan, dan yang lainnya diciptakanNya agar umat manusia pada akhirnya agar sadar kembali untuk kembali kepadaNya, karena kita datang dariNya dan kembali kepadaNya.
Teramat banyak jalan dalam menuju kembali kepadaNya, namun ambillah satu jalan saja sebagai tali penyambung kita kepadaNya, semua jalan yang sampai kepada tujuannya adalah benar yang salah adalah yang merasa jalannya adalah yang paling benar. Bukankah didunia ini begitu banyak jalan yang dapat dilalui, namun tak semua jalan perlu kita lewati, karena takkan pernah bisa sampai kepadaNya dengan melakukan perjalanan tanpa arah dan tujuan. Salah satu jalan yang dapat menyampaikan kita kepadaNya adalah kesadaran kita, kepercayaan kita dan ketaatan kita yang sungguh-sungguh dengan ikhlas, tawakal, jujur, sabar dan akhlak yang mulia.
Maka kosongkanlah sejenak segala ilmu pengetahuan yang kita miliki dan pasrahkan semuanya kepada yang memiliki ilmu sejati yaitu Sang Maha Sejati, agar kita diberikan jalan hidup kita agar selamat dan bahagia dunia dan akhirat.