Waktu terus berlalu tanpa memperdulikan apapun dan siapapun, wahai sahabat sudah sampai manakah kita melangkah di kehidupan ini yang menjadikan kita semakin mendekat kepada pemilik kematian dan kehidupan.
Tak terasa waktu berlalu dengan cepat, bersama dengannya kita arungi kehidupan ini yang didalamnya terbagi dalam berbagai episode kehidupan, kadang ada tawa dan tangis, ada duka dan suka, ada bahagia dan sedih serta berbagai ragam dan corak yang lainnya yang telah menjadikan kita tumbuh menjadi sekarang ini.
Waktu yang telah kita lewati takkan pernah dapat kita temukan kembali, namun perasaan dan pikiran masa lalu akan senantiasa setia menemani kita kemanapun kita adanya. Hati dan perasaan akan kembali menyapa kita sebagai tanda bahwa kita hidup di dunia yang penuh corak ragam warna dan semuanya serba berubah. Hati dan pikiran akan terus membayangi kehidupan kita sampai kita dapat menemukan makna yang hakiki yang sudah tertera dalam garis kehidupan masing-masing.
Hati dan pikiran akan terus berlomba dalam menuntun kita kepada kebahagiaan dan kesejahteraan hidup yang sesungguhnya, yaitu kehidupan setelah kematian. Namun apalah daya hati dan pikiran kita sering tak menentu, sering keluar dari jalurNya dan terus menerus mengikuti hawa nafsu yang sudah kita ketahui hanya kebanyakan menuju kepada kejahatan.
Tak terasa sahabat, sudah bertahun-tahun bahkan berpuluh-puluh tahun kita mengikuti bolak-baliknya hati dan pikiran yang kita miliki, namun seberapa besarkah hati dan pikiran kita kita gunakan pada jalanNya, menggunakannya untuk kebaikan dan bermanfaat bagi makhluk lainnya. Jawabannya adalah hanya diri pribadi yang mengetahuinya.
Tak terasa usia kita sudah hampir mendekati takdir yang telah ditentukanNya tinggal menunggu waktu yang tepat kapan waktu itu akan menjemput kita. Tak terasa semuanya telah berlalu dan datang kembali kepada kita, namun seberapa banyaklah kita dapat memahaminya dan memaknai segala bentuk kejadian yang melanda kita.
Tak ada kata yang terlambat selagi ruh dikandung badan, nafas masih kembang kempis, sudah saatnya kita sekarang kembali kepadaNya dengan memohon ampun atas segala alpha yang pernah kita perbuat baik terasa maupun tak terasa, yang besar maupun yang kecil, yang banyak maupun yang sedikit, yang sengaja maupun tak sengaja, seberapa besarnya segala kesalahan kita selama ini, yakinlah bahwa Sang Maha Pengampun sedang menanti kita dengan segala Mahakasih dan Mahasayangnya, maka kembalilah kita seperti bayi yang baru dilahirkan ke dunia ini dan temukan kembali hakikat diri ini yang sesungguhnya. Seberapa besarnya kesalahan kita selama ini tak ada artinya dibandingkan dengan kasih sayangNya kepada kita sekalian dari pertama kita dilahirkan sampai nafas terakhir kita, seberapa besarnya segala kesalahan kita tak ada artinya dibandingkan dengan segala karunia dan rahmatNya kepada kita sekalian. Maka dari itu kembalilah kepada jalurNya. Sungguh terkadang tak terasa sapaan Sang Pemilik kepada kita, seperti halnya hembusan angin yang setiap hari kita rasakan namun kita tak mempedulikannya. Wahai sahabat jangan pernah berputus asa dalam mendamba rahmat dan karuniaNya. Sekalipun seluruh penduduk langit dan bumi semua berbuat kesalahan, maka tak ada artinya di bandingkan dengan segala kasih sayang, rahmat dan karuniaNya kepada setiap makhlukNya.
Sesungguhnya kita datang dariNya dan kembali kepadaNya. Awalnya kita suci, maka kembali kepadaNya juga dengan kesucian. Semoga kita sekalian adalah orang yang pandai bertaubat dan mensyukuri segala nikmatNya yang pada akhirnya membawa kita kembali kepada kesucian dan kembali menghadap kepadaNya.