Salah satu bukti kekuasaan Sang Pencipta adalah kita diciptakan dari tiada menjadi ada kembali tiada kepada yang ada.
Dari tiada dapat berbicara menjadi tiada dapat berbicara kembali. Dari tiada melihat menjadi tiada melihat kembali. Dari tiada mendengar menjadi tiada mendengar kembali. Sesungguhnya kita ini tiada yang diadakanNya.
Sudah layaknya makhluk yang tiada ini berterima kasih kepada yang mengadakannya, namun anehnya setelah diadakanNya seringkali malah memungkiri keberadaanNya. Namun apapun yang terjadi pada makhlukNya, maka takkan pernah berubahlah Sang Maha Pencipta, tetaplah Sang Pencipta yang serba Mahasegalanya.
Wahai makhluk yang tiada, kenapa gerangan dikau menentang segala ketentuanNya yang sudah nyata Sang Maha Pencipta telah memberikan kita kehidupan dan penghidupan. Apa rahasia dibalik semuanya ini? hanya Sang Maha Mengetahuilah yang berhak adanya dan yang telah diberikan anugerah kepada orang yang dipilihNya untu mengetahui makna dibalik semuanya itu.
Hal itu telalu rumit dan tak perlu untuk diperbincangkan, namun yang terpenting yakinkanlah hati bahwa kita hadir ke dunia ini pasti ada pencipta yang sungguh serba maha dan serba hebat. Yang perlu kita lakukan adalah bahwa kita sadar ada di dunia ini dengan penuh kepercayaan diri dan berusaha secara bersungguh-sungguh mengabdi kepada yang berhak diabdi, yaitu Sang Maha Abadi.
Banyak cara dan gaya makhluk dalam mengabdi kepadaNya dan yang diterimaNya adalah rahasiaNya, jadi sudah tak perlu dipermasalahkan lagi apakah mereka sama dengan kita, atau pun sebaliknya. Sekarang kita sudah saatnya merenungkan kembali sudah sejauh manakah cara mengabdi kita kepadaNya. Apakah sudah sesuai dengan ketentuanNya atau belum.
Hadapilah sisa kehidupan kita masing-masing dengan penuh rasa syukur dengan dibalut kesabaran yang tinggi yang dijaga oleh keikhlasan dan rasa tawakal dan dipersenjatai dengan rasa kejujuran dan akhlak yang mulia, sehingga menyampaikan kita kepada yang memiliki segala sifat semua itu yaitu Sang Maha Penguasa. Sesungguhnya kita berasal dariNya dan kembali kepadaNya, kita terlahir suci, maka kembali kepadaNya juga harus dengan kesucian dan salah satu jalan menuju kesuciaan adalah taat dengan sungguh-sungguh kepada ketentuanNya sesuai dengan kemampuan masing-masing dan serahkanlah kepadaNya. Semoga kita sekalian mendapat anugerah rahmat dan hidayahNya dalam mengarungi perjalanan hidup ini yang dari tiada menuju kepada yang tetap ada.