Seringkali manusia melupakan jati dirinya yang telah lama di anugerahkan kepadanya sedari kecil sehingga sekarang.
Kebersihan adalah sebagian daripada keyakinan yang percaya bahwa hidup dan kehidupannya telah memiliki tujuan yang jelas, yaitu menuju kebahagiaan hakiki menuju kepadaNya, karena telah tertanamnya keyakinan tersebut, maka jalan hidupnya pun hanya diabdikan kepadaNya dengan aksi nyata dalam kesehariannya sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya sampai kepada masa yang telah ditentukanNya, yaitu kematiannya. Namun seringkali kita melupakan makna kebersihan itu menjadi sesuatu hal yang teramat sempit jadinya.
Kita seringkali membersihkan anggota tubuh kita tiap hari, rumah kita tiap hari, kendaraan kita tiap hari, semua yang tampak dibersihkan secara teratur dan berkala, namun kita terkadang lupa sudah seberapa seringkah kita membersihkan yang tak tampak namun ada dalam keseharian kita, seberapa sering kita membersihkan mata hati kita, seberapa sering kita membersihkan mata batin kita, telinga batin kita, mulut batin kita, kaki dan tangan batin kita, tubuh batin kita.
Memang baik membersihkan lahiriah kita sebagai tanda rasa syukur kita, namun alangkah lebih baik jika kita membersihkan batiniah kita. Tak ada kata terlambat dalam membuat perubahan, tak ada kata tertunda dalam melangkah untuk kebaikan. Jadi bersihkan lahir batin kita sesuai dengan kemampuan yang dimiliki sesuai dengan aturan alamiah yang ilmiah dari Illahi pencipta segala aturan.